Indonesia akan serba digital untuk seluruh perangkat elekroniknya termasuk televisi paling lambat pada 2015.

“Pada 2015-2016 Indonesia diharapkan sudah total digital,” kata Direktur Jenderal SKDI (Sistem Komunikasi dan Diseminasi Informasi) Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Freddy H. Tulung, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, pada 2015-2016 peralatan analog diharapkan sudah mulai ditinggalkan. Ditinggalkannya peralatan analog dimungkinkan karena diperkirakan umurnya sudah semakin tua dan sudah tidak diproduksi lagi.

“Kami bahkan mengharapkan lebih cepat dari itu karena setiap tahun kami ada evaluasi tahunan yang mengupayakan agar total switch off analog dengan digital,” katanya.

Pihaknya membagi dalam tiga tahap untuk program digitalisasi seluruh peralatan di Indonesia.

Pada 2008 lalu pihaknya mengalokasikan waktu sepanjang tahun itu untuk melakukan sosialisasi peralatan digital.

Sementara pada 2009-2010 pihaknya mulai melakukan uji coba dan terus menyosialisasikan pada kawasan yang lebih luas.

“Secara bertahap kami juga mulai menerbitkan izin-izin digital dan menghentikan untuk wilayah tertentu izin analog,” katanya.

Pada periode 2012-2015, pihaknya akan memperlebar jangkauan digital untuk berbagai wilayah tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga kota sedang dan kota kecil.

Maret 2009 ini misalnya, siaran televisi digital sudah mulai dapat disaksikan oleh masyarakat di Jabodetabek pada tahap awal.

Siaran televisi digital atau penyiaran digital sendiri merupakan jenis siaran televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan
data ke pesawat televisi.

Televisi digital dikembangkan karena perubahan lingkungan eksternal, yaitu pasar TV analog
sudah jenuh dan karena adanya kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel.

Selain itu, faktor penyebab yang lain adalah adanya perkembangan teknologi terutama pemrosesan sinyal digital, teknologi transmisi digital, teknologi semukonduktor, serta
teknologi peralatan yang beresolusi tinggi.