Andrea Hirata mengatakan novel tetralogi “Laskar Pelangi” akan diterbitkan secara internasional ke berbagai Negara.

“Minggu ini menjadi penting dalam karier saya karena empat novel Laskar Pelangi telah mendapatkan agen internasional untuk dijual secara global di luar negeri,” kata Andrea di Jakarta, Rabu.

Agen internasional yang akan memasarkan tetralogi “Laskar Pelangi” yaitu Amer and Asia Co. Ltd dari Tucson, Virginia, Amerika Serikat.

“Amer sudah dapat kontrak untuk memasarkan (tetralogi novel Laskar Pelangi) di Vietnam, Mesir, Jerman dan China.

Mengenai royalti, pengarang berambut ikal tersebut mengatakan Penerbit Bentang selaku penerbit novelnya di Indonesia mendapatkan royalty sebesar 12 persen yang nantinya akan dibagi dengannya.

Andrea mengatakan saat ini novel pertama yaitu “Laskar Pelangi” sedang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah dari Amerika bernama Angie Leilbane.

“Ini kesempatan kita untuk membuktikan bahwa Andrea tidak hanya jago kandang, tetapi juga bisa go internasional,” katanya.

Novel Terbaru
Dua novel terbaru yang berjudul “Padang Bulan” dan “Cinta di dalam Gelas” dari Andrea Hirata akan diluncurkan pada pertengahan Juni 2010.

“Dua novel terbaru saya sudah selesai dan sekarang ada di Penerbit Bentang. Direncanakan akan diluncurkan pada pertengahan Juni,” kata penulis novel “Laskar Pelangi” itu pada di Jakarta, Rabu.

Andrea mengatakan sebenarnya akan diluncurkan pada Mei 2010, akan tetapi karena kesibukannya pada tiga acara ke luar negeri, maka novel tersebut akan diluncurkan bulan Juni.

“Tanggal 13 Mei mendatang, saya pergi ke Wordstomb Book Festival di Australia untuk jadi pembicara. Kemudian lanjut ke Festival Film Vancouver Kanada karena Film Laskar Pelangi diputar disana. Lalu saya pergi ke Festival Buku Singapura sampai awal Juni,” katanya.

Andrea mengaku menyelesaikan penulisan dua novel tersebut hanya lima minggu, akan tetapi sebelumnya dilakukan riset selama dua tahun.

Maryamah menjadi tokoh utama pada dua novel tersebut yang diceritakan sangat suka bermain catur.

“Pada novel ‘Padang Bulan’, lebih bercerita tentang percintaan dan novel ‘Cinta di dalam Gelas’ lebih banyak bercerita tentang Maryamah yang kesal terhadap suaminya dengan bentuk perlawanan berupa main catur,” kata pengarang berambut ikal itu.

Dua novel yang merupakan karya kelima dan keenam Andrea tersebut masih dengan latar belakang Belitung dan budayanya.

“Novel kelima dan keenam saya ini seperti novel Laskar Pelangi dengan budaya Melayu Kampung Belitung. Saya mendapat kepuasan luar biasa dengan menulis novel berlatar budaya Melayu,” katanya.

Andrea merasa menemukan ciri khas novelnya dengan latar belakang budaya Melayu yang memang masih jarang diungkapkan.