Perancang busana kenamaan, Ghea S. Panggabean, mengatakan, ia sangat bahagia produk Indonesia dapat dipamerkan di toko prestisius seperti “Harrods” di London.

“Bagi saya, ikut pameran ini adalah sebuah penghargaan,” katanya kepada koresponden ANTARA London, Rabu.

Busana rancangan Ghea ikut dipamerkan dalam promosi Indonesia bertajuk “Remarkable Indonesia” yang berlangsung selama bulan April di megastore milik pengusaha Muhammad Al Fayed ini.

Ia mengatakan, ia sering mengunjungi pusat perbelanjaan yang berada di daerah Knightsbridge, London, ini saat bersekolah di “Lucie Clayton College of Dressmaking and Fashion Design” pada 1976.

“Saya paling suka jalan-jalan ke lantai `Fashion Way in` Harrods,” ujar wanita kelahiran Rotterdam, Maret 1955, dan pernah tinggal di Ennismore Gardens, London, ini.

Ghea yang pernah bermukim selama tiga tahun lebih dan mengambil pendidikan desain busana di Chelsea Academy of fashion London pada 1979 ini mengawali karir perancang busananya di Jakarta awal 1980.

Dari awal ia selalu terinspirasi oleh kekayaan warisan budaya nenek moyang, terutama dari aneka motif tekstil dan ukiran Nusantara.

Kekayaan warisan budaya Nusantara itu kemudian dikembangkannya sesuai dengan tuntutan tren mode busana di zamannya, katanya.

Untuk koleksi terakhirnya, kata Ghea, ia terinspirasi oleh kekayaan budaya Kraton Jawa, seperti teknik sulaman ke-emasan dan motif Cinde sejenis Patola yg sering dipakai para Ningrat dan penari bedoyo pada acara-acara penting, ujarnya.

Menurut Ghea, sejak 2009, ia menggunakan apa yang disebut teknik silk screen print dengan sentuhan emas, bordir dan manik-manik dengan menginterpertasikan aneka ikat pinggang khas Palembang.

Tahun ini, ia merayakan peringatan 30 tahunnya berkarya di dunia busana dan baru meluncurkan “My first Designer Tableware Collection”, yaitu aneka piring dan cangkir bermotif jumputan Pelangi Palembang.

Mengenai keikutsertannya dalam promosi Indonesia di Harrods ini, Ghea mengatakan bahwa ia diajak pihak Alun-Alun Indonesia “Grand Indonesia” Jakarta.

Alun-Alun Indonesia dan Ketua Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Hesty Indah Kresnarini ikut memilih busana-busana yang hendak dipamerkan.

Selain menampilkan busana Musim Semi, pihaknya juga membidik pasar Timur Tengah yang ada di London dengan mengikutkan koleksi busana Muslim modern, katanya.

Produk-produk Indonesia yang menghiasi etalase Harrods diharapkan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat setempat, katanya.

“Tentunya akan ada tindak lanjut. Semoga produk kita bisa menembus pasar London,” kata Ghea S.Panggabean.