Seorang buronan Inggris yang mengejek polisi lewat Facebook justru mendapat banyak penggemar di halaman profilnya di situs jejaring sosial itu. Ia mengejek polisi karena belum bisa menangkap dirinya dan berniat ingin kabur menyeberangi Samudra Atlantik.



Pihak kepolisian Inggris menanggapi dengan meminta 3.800 orang yang sudah terdaftar sebagai teman sang buron di situs jejaring sosial itu untuk membantu melacaknya. Craig “Lazie” Lynch (28) lari dari Rutan Hollesley Bay dekat desa Woodbridge di selatan Inggris tiga bulan lalu.
Rutan itu tergolong yang berkeamanan rendah. Sejak saat itu, ia rutin meng-update halaman Facebook-nya dengan ejekan kepada polisi. Ia menggunakan tata bahasa yang kacau dan memajang fotonya yang memegang tanda “Wanted” (dicari) dengan pose menghina. “Saya enggak akan menyerah,” tulis Lynch, Selasa (29/12/2009). “Untuk apa saya memudahkan polisi. Untuk apa mereka dibayar. Apa ada yang punya meriam? Saya mau meluncur ke seberang Atlantik.”

Halaman Facebook Lynch dipenuhi ratusan pesan dukungan walau kadang-kadang ada juga yang memperingatkan bahwa mereka sedang mendukung seorang kriminal. Polisi menyatakan, Lynch tadinya sedang menjalani hukuman tujuh tahunnya atas kejahatan perampokan bersenjata, tapi polisi tidak memberi rincian.

Biasanya Lynch menulis apa yang sedang ia makan, di antaranya pizza, dan ia mengeluhkan banyaknya pesan yang ia terima dari seluruh dunia. Beberapa foto profilnya menunjukkan dirinya telanjang dada dan memegang kalkun panggang. “Kalau ada yang meragukan kebebasanku, ini buktinya,” katanya. “Mana bisa aku dapat kalkun panggang seperti ini di penjara ha-ha-ha….”

Ketenaran Lynch di internet telah memunculkan beberapa grup penggemar, tapi ada juga grup yang memusuhi, berikut kaus dan lagu untuk mendukung buronan ini.

Para penggemar menumpukkan pujian atas keberaniannya. Namun, menurut juru bicara Kepolisian Suffolk, Anne-Marie Breach, tak ada yang menakjubkan dari kaburnya Lynch dari rutan itu, yang tadinya merupakan sekolah di pesisir Inggris yang dirombak dan tingkat keamanannya rendah. “Itu seperti penjara terbuka,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa tahanan bisa “benar-benar jalan keluar” dari sana.

Walau mengaku ingin ke luar negeri, Breach mengatakan bahwa pihak kepolisian yakin Lynch masih di Inggris. Ia juga mengatakan bahwa polisi memantau update Lynch. “Semua orang juga ikutan memantau,” katanya.

Sumber: Kompas-Telegraph-Dailynews