Bandung – Jika banyak orang yang bertanya-tanya seputar kebenaran Kiamat 2012, para aktivitis Greenpeace juga sedang bertanya-tanya dan harap-harap cemas atas kelanjutan Protokol Kyoto yang akan habis pada 2012 nanti.

Perjanjian Kyoto adalah sebuah perjanjian internasional yang mengatur kesepakatan sejumlah negara untuk mengurangi gas emisi secara kolektif sebesar 5,2 persen.

“2012 akan menjadi kiamat bagi kita karena Protokol Kyoto akan habis. Bagaimana kelanjutannya, apakah akan ada kesepakatan baru belum bisa dipatikan,,” ujar Didit Haryo Wicaksono, aktivis Greenpeace dalam acara Bedah Buku ‘Mystey of 2012’ di Auditorium Geologi, Jalan Diponegoro, Kamis (26/11/2009).

Mundurnya Amerika Serikat dalam perjanjian ini juga dikatakan Didit sangat disayangkan. “Padahal mereka negara yang besar yang seharusnya ikut berperan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Didit, kiamat menurutnya saat ini sudah terjadi dengan melihat kondisi alam yang rusak. “Hutan yang rusak, polusi meningkat, itu juga sudah menjadi kiamat bagi kita,” tuturnya.

Seharusnya, dikatakan Didit penduduk dunia dapat lebih peduli akan kondisi bumi untuk keberlangsungan hidup manusia. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga alam dan bumi, dan tidak merusaknya.

Sumber : http://bandung.detik.com/