lembut, penyayang, kreatif, dan penurut, diyakini bisa dibentuk sejak dini. Caranya dengan memberikan stimulasi dan nutrisi yang seimbang pada saat bayi masih dalam kandungan.

Sikap lemah-lembut, penyayang, kreatif, dan penurut, diyakini bisa dibentuk sejak dini. Caranya dengan memberikan stimulasi dan nutrisi yang seimbang pada saat bayi masih dalam kandungan.

Peneliti asal Colorado, Dorothy E, menyebutkan salah satu stimulasi yang efektif untuk menumbuhkan sikap positif itu adalah dengan memperdengarkan musik yang tepat pada anak.

Dalam sebuah penelitiannya Dorothy E memberikan stimulus musik pada lima tanaman yang ditanam dalam pot. Kepada lima tanaman itu diperdengarkan jenis musik yang berbeda.

“Tumbuhan yang diberi alunan musik klasik, daun tanamannya tumbuh sehat berwarna hijau. Sementara, tumbuhan yang diiringi musik bernuansa rock, tumbuh dengan daun berwarna hijau kekuning-kuningan,” kata Musisi asal Jakarta, Addie M.S, dalam sebuah seminar Pentingnya Nutrisi dan Stimulasi untuk Perkembangan Kecerdasan Otak Anak, di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan, sebenarnya musik apa pun bisa menstimulasi anak. Di Singapura dan China, anak dibekali beragam jenis musik mulai dari tradisional hingga pop.

Dengan modal itulah, kecerdasan mereka dalam menangkap sesuatu menjadi lebih meningkat dibandingkan anak yang tidak pernah mengenal musik

“Musik adalah alat kecerdasan bangsa,” katanya.

Namun, Addie MS mengingatkan irama musik yang dipilih haruslah tepat.

“Musik yang tenang akan membentuk karakter anak menjadi lembut dan penyayang,” katanya.

Menurut dia, rekomendasi musik seperti karya Haydn, W.A. Mozart, Handel, Vivaldi, Leroy Anderson, dan Debussy bisa menjadi pilihan orang tua untuk didengarkan kepada buah hati mereka.

Keahlian bermusik, kata dia, bukanlah semata-mata menjadikan anak untuk bekerja menjadi pemusik. Akan tetapi, membekali pemikirannya untuk bisa tanggap terhadap sesuatu dengan cepat, lebih teliti, dan pemikirannya tidak mudah tegang (stres).

“Saat ini, birokrat terkenal di dunia memiliki latar belakang musik. Itu karena semasa dalam kandungan, orang tuanya rajin mendengarkan musik, diikutkan les musik, atau mengikuti organisasi musik saat mereka kuliah,” katanya.

Nutrisi

Perkembangan kecerdasan merupakan pondasi dasar yang penting untuk tumbuh kembang dan masa depan anak. Rentang usia 0-3 tahun adalah periode emas di mana terjadi perkembangan terpesat pada anak.

Untuk mendukung perkembangan kecerdasan itu diperlukan nutrisi yang tepat dan seimbang.

Ahli gizi Dr. Fiiastuti Witjaksono, SpG(K), menjelaskan, dalam tahap tumbuh kembang anak memerlukan berbagai nutrisi. Terutama untuk perkembangan otak yang optimal.

“Di antaranya karbohidrat, protein nabati dan hewani, lemak, vitamin, mineral, serta nutrisi lain yang berguna untuk perkembangan kecerdasan anak seperti DHA, kolin, prebiotik (FOS dan GOS/serat), serta mikronutrien,” katanya, di Surabaya, Minggu.

Menurut dia, ibu berperan penting dalam proses tumbuh kembang dan pembentukan kecerdasan anak yang optimal.

“Selain memberikan nutrisi yang terbaik, ibu juga berperan dalam memberikan stimulasi yang menyeluruh untuk buah hati,” ujarnya.

Psikolog Dr. Rose Mini Ap,Mpsi, menyatakan, untuk mendukung perkembangan kecerdasan anak, para orang tua juga harus memberikan stimulus yang cukup kepada anak. Stimulus yang seimbang bagi otak kiri dan kanannya akan membantu anak memiliki kemampuan seimbang juga antara kemampuan khas otak kiri seperti matematika dan membaca.

“Sementara itu, kemampuan khas otak kanannya akan melibatkan banyak kreativitas semisal bermain musik dan melukis,” katanya.

Stimulus, kata dia, juga bisa diberikan kepada anak saat bermain sehingga akan teras sangat menyenangkan untuk si kecil.

“Membacakan cerita merupakan stimulus yang baik agar anak mengenal berbagai kosa kata. Demikian juga memberikan kertas gambar dan krayon agar si kecil bisa menggambar dan mewarnai sesuka hati,” katanya.

Kemampuan anak dalam bermain musik, kata dia, juga perlu distimulus melalui kegiatan sangat sederhana dan bisa dilakukan setiap hari di rumah.

“Orang tua bisa mengajak anaknya menyanyi bersama, sehingga si anak bisa mengenal nada, berlatih ekspresi melalui lagu, membiarkan anak memainkan berbagai alat rumah tangga untuk menciptakan nada dan irama juga boleh,” katanya.

Ia mencontohkan, biarkan anak mengetuk-ngetuk panci, meja ataupun bekas galon air mineral.

“Meskipun kelihatannya sepele, tetapi bisa menjadi sebuah stimulus bagi anak,” katanya.

Publik figur yang juga seorang ibu satu anak, Maudy Koesnaedi, menyarankan bagi orangtua yang bekerja, harus tetap meluangkan waktu untuk menstimulus anaknya. “Meski kedua orangtuanya selalu pergi pagi pulang petang bukan berarti, mereka lepas tanggung jawab untuk menstimulasi anaknya.”

Mereka harus menyempatkan waktu untuk bermain bersama anaknya. “Stimulus bahkan bisa dilakukan saat sedang terjebak kemacetan di jalan, antara lain dengan mengajak berhitung berapa mobil yang ada di jalan itu atau bisa juga menyebutkan apa saja warna mobil yang kena macet,” katanya. (OLEH AYU CITRA SUKMA RAHAYU)

Sumber :http://www.entertainment.id.finroll.com/musik/7-pengajaran/23871-anak-cerdas-berkat-musik-oleh-ayu-citra-sukma-rahayu.html