INILAH.COM, Jakarta- NASA menangkis serangan penganut teori konspirasi dengan merilis foto resolusi tinggi pertama pesawat yang mendarat di bulan serta bendera yang ditancapkan oleh astronot.

NASA merilis gambar resolusi tinggi pertama permukaan bulan yang menunjukkan bekas pendaratan dan bendera yang ditinggalkan oleh astronot di tahun 1970-an.

Daerah yang difoto adalah tempat pendaratan bagi misi berawak terakhir ke bulan Apollo 17, yang meninggalkan permukaan bulan pada 14 Desember 1972 setelah lebih dari tiga hari berada di sana.

Dalam gambar tersebut bekas pendaratan terlihat jelas di tengah dengan bendera Amerika sedikit ke atas. Kedua gambar beresolusi tinggi menunjukkan seluruh lokasi pendaratan termasuk pesawat penemu jejak dan situs peristirahatan terakhir bagi peralatan ilmiah yang sama.

Sebelumnya Lunar Reconnaissance Orbiter yang mengorbit bulan sejak Juni, mengirim gambar dari lokasi pendaratan Apollo 11, serta lokasi lainnya namun kualitasnya jauh lebih rendah.

Agensi luar angkasa Eropa, Jepang, India, China dan Amerika Serikat baru-baru ini memetakan dan menggali permukaan bulan sebagai tindak lanjut dari meningkatnya minat pada tetangga terdekat bumi.

Fokus pada bulan dilakukan menyusul pengumuman oleh mantan Presiden AS George W Bush pada saat akhir masa jabatannya, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat akan kembali lagi ke bulan pada tahun 2020.

Namun hal tersebut akan terhambat menyusul proyek pendaratan astronot di bulan NASA Constellation yang mengalami penundaan dan pengurangan pendanaan akibat resesi ekonomi di AS.