Delapan masalah yang berhubungan dengan musik gereja:

a. Kebanyakan orang memandang musik gereja sebagai hal yang sepele, namun kenyataan yang ada justru sebaliknya musik gereja merupakan hal yang sangat kompleks. Mempelajari musik gereja secara mendalam merupakan salah satu cara yang baik untuk menghindari cara pandang yang salah mengenai musik gereja.

b. Tidak semua orang menguasai musik gereja yang merupakan salah satu Disiplin Ilmu. Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan orang kesulitan ketika diperhadapkan dengan masalah musikal yang harus diselesaikan.

c. Penyembahan adalah fokus dan nafas dari gereja. Ketika musik gereja diperhadapkan dengan masalah penyembahan tersebut, sudah tentu hal ini terkait dengan pembelajaran liturgis. Dengan kata lain pendidikan liturgis sangat penting namun yang menjadi persoalan ialah pendidikan liturgis yang ada tidak memadai.

d. Jarangnya gereja mengangkat topik-topik mengenai seni bermusik sangat disayangkan mengingat musik gereja adalah karya seni, oleh sebab itu gereja harus dilibatkan dalam memperhatikan musik gerejawi.

e. Gereja mempunyai tugas misi yaitu evangelikal dan etika yang berada dalam payung teologikal yang lebih luas. Ketika kita berusaha menyatukannya cakupannya akan menjadi lebih luas dan sangat kompleks. Demikian pula hymnology yang dipayungi oleh bidang pembelajaran liturgy, sebenarnya dapat dibagi kedalam bidang kategorial yang lebih kecil.

f. Sejarah musik merupakan unsur yang sangat penting untuk menghilangkan kebingungan dalam pembagian musik gereja kedalam bidang-bidang kategorial.

g. Seharusnya Gereja melihat seluruh dunia dalam intensi dalam praktek yang riil, maka dalam hal ini unsur musikologi antar budaya dan etnomusikologi harus lebih dititikberatkan.

h. Kompleksitas pembelajaran musik gereja seringkali didefinisikan ke dalam definisi dan istilah-istilah yang sempit. Oleh sebab itu teori musik harus ditekankan. Agar lebih memahami aktivitas musik secara menyeluruh dan mendalam keterlibatan seseorang menjadi penting agar musik itu dapat menjadi musik terapan.

Lima bidang yang berhubungan dengan musik gereja:

a. Teologi

b. Sejarah Musik

c. Etnomusikologi

d. Sosiologi

e. Filsafat

Dua contoh yang banyak terjadi dalam praktek musik gereja:

a. Dalam proses penggalian ilmu musik gereja seringkali kita tidak saja mempelajari hubungan kita dengan Pencipta yang mahakuasa itu, namun kadangkala kita juga telah menobatkan diri kita sebagai pencipta itu sendiri dalam kapasitas memanipulasi teologi yang tercakup di dalamnya.

b. Kita adalah ciptaan yang menyanyi untuk memuji dan membesarkan namaNya haruslah berhati-hati agar tidak bingung akan apa itu pembelajaran mengenai musik, dan apa itu penyembahan terhadap Allah.

Empat alasan mempelajari musik gereja:

a. Alasan Praktika

Sebagai orang yang akan terlibat langsung dalam kehidupan bergereja baik sebagai pendeta atau pemusik gereja, kita dihadapkan kepada masalah-masalah musikal yang menuntut keterampilam bermusik yang cukup.

b. Alasan Teoritis dan Intrinsik

Secara teoritis, segala sesuatu yang dipelajari pasti ada implikasi prakteknya sesudahnya, namun seseorang tidaklah harus memulai langsung dengan praktek karena tidak semua orang terbiasa dengan sebuah bidang yang baru saja akan ditekuni. Secara intrinsik, alasan ini merujuk kepada banyak topik pembelajaran musik gereja yang penelitiannya dilakukan oleh sejarahwan, etnomusikolog, sosiolog, filsuf dan lain-lain dengan metode yang beragam. Dengan kata lain semakin kita berusaha untuk mempelajari musik gereja, wawasan kita akan semakin terbuka.

c. Alasan Pengelompokan Cakupan Bidang Musik Gereja

Yang membuat musik gereja itu menarik, mungkin adalah sejumlah bidang-bidangnya saling melengkapi satu dengan lainnya. Pengetahuan dan pengelompokkan musik gereja ke dalam bidang-bidang kategorialnya sangat dibutuhkan untuk mencapai objektivitas pembelajaran sehingga kita dapat lebih mudah memahami masalah-masalah musikal dalam perkembangan gereja.

d. Cara Pandang Yang Non-Emosional

Musik, penyembahan atau teologi membawa kita ke dalam nilai-nilai diatas ambang rasio. Hal ini dapat mempengaruhi alam sadar (conscious), alam bawah sadar, (unconscious) tanpa memandang apakah kita adalah orang beriman, pietis, fundamentalis, ortodoks bahkan atheis sekalipun. Seringkali orang yang berhubungan dengan aspek ini sulit untuk memahami dan menerima musik, penyembahan atau teologi yang lain. cara yang terbaik adalah dengan melihat dari kacamata orang yang membenci atau mempertanyakan suatu teologi dari musik (tradisi) tertentu. Hal ini membantu kita untuk membentuk cara pandang yang lebih objektif dalam menerima menentukan langkah selanjutnya.

Hubungan manusia dengan musik:

Musik bukan hanya memenuhi kebutuhan manusia akan hiburan dan selingan yang memberi warna dan semangat hidup tetapi musik juga menjadi ungkapan diri dan identitas manusia. Musik menjadi ekspresi jiwa dan pemberi daya kekuatan dan jiwa kehidupan. Musik penting bagi manusia.

Tiga dimensi musik gereja:

Nyanyian jemaat

Paduan suara

Instrumen

SUMBER :http://violinholic.multiply.com/journal/item/21