KATMANDU, KOMPAS.com — China dan Nepal, yang bersengketa selama 150 tahun soal berapa tinggi puncak Gunung Everest, sepakat bahwa ketinggian gunung itu, termasuk topi saljunya, adalah 8.848 meter.
Gunung Everest terletak di perbatasan China dan Nepal dan kedua negara itu tidak bersepakat selama bertahun-tahun tentang berapa tepatnya tinggi gunung tersebut. Nepal menyatakan, ketinggian gunung itu 29.029 kaki (8.848 meter), atau hampir 13 kaki (4,43 meter) lebih tinggi daripada pengukuran yang ditetapkan China.

Namun, para pejabat kedua negara mengungkapkan dalam pembicaraan mereka di Kathmandu minggu ini, sebagaimana dilansir Telegraph, Kamis (8/4/2010), bahwa kedua pengukuran itu merujuk pada hal yang berbeda. Pengukuruan yang dilakukan China mengacu pada ketinggian puncak batu Gunung Everest. Sementara pengukuran yang dilakukan Nepal mengacu pada ketinggian topi salju gunung tersebut.

“Pihak China, yang dipimpin Li Qingyuan, menerima klaim Nepal bahwa tinggi Gunung Everest yang bersalju adalah 8.848 meter. Pihak Nepal juga mengakui klaim China bahwa tinggi puncak batu gunung itu adalah 8.844,43 meter,” kata seorang pejabat senior di Departemen Survei Nepal kepada harian Kathmandu Post.
Ribuan orang telah mendaki Gunung Everest sejak pendakian pertama tahun 1953 oleh Sherpa Tenzing Norgay dan Sir Edmund Hillary, tetapi tinggi pastinya tetap menjadi sumber sengketa sejak pengukuran pertama dilakukan tahun 1856. Ketinggian 8.848 meter yang diterima secara luas pertama kali ditetapkan berdasarkan survei India tahun 1955. Survei itu mengukur ketinggian hingga ke topi salju gunung tersebut, tidak hanya pada batu di bawahnya.

Persoalan jadi rumit. Ahli geologi percaya bahwa Everest terus bertambah tinggi akibat pergeseran lempeng benua yang menyebabkan daratan India secara bertahap menekan-masuk ke wilayah China dan Nepal.

Pada Mei 1999, sebuah ekspedisi Amerika Serikat menggunakan teknologi GPS untuk mengukur ketinggian dan mendapatkan angka 8.850 meter. Angka inilah yang sekarang digunakan oleh National Geographic Society AS meskipun hal itu belum secara resmi diterima oleh Nepal.

About these ads